Segitiga dan Sisinya

Pada tahap ini, siswa diharapkan sudah mendapatkan pengetahuan mengenai sudut dan ukuran-ukuran sudut pada pelajaran sebelumnya. Inti dari kegiatan pembelajaran ini adalah mengenali jenis segitiga melalui karakteristik ketiga sisinya.

Kegiatan 1. Menentukan jenis segitiga

Guru mengajukan pertanyaan mengenai jenis suatu segitiga jikan diketahui dua buah sudutnya memiliki ukuran yang sama besar;

Kegiatan2. Mengelompokkan segitiga

  1. Guru meminta siswa untuk bekerja secara berpasangan;
  2. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok;
  3. Setiap  kelompok diminta untuk menentukan apakah ketiga sisi pada masing-masing segitiga di LKS sama panjang atau tidak dan menuliskan jawabannya di bawah gambar segitiga;
  4. Setiap kelompok diminta untuk mengelompokkan 12 segitiga tersebut berdasarkan hasil identifikasi dari ketiga panjang sisinya secara bersamaan;
  5. Berikan waktu yang cukup pada setiap kelompok untuk mendiskusikan kelompok-kelompok segitiga yang terbentuk;
  6. Guru kemudian mengajukan pertanyaan mengenai berapa banyak kelompok segitiga yang terbentuk dari hasil diskusi siswa secara berkelompok;
  7. Bimbing siswa untuk memberikan nama kepada kelompok segitiga tersebut;

Kegiatan 3. Menentukan hubungan antara jenis suatu segitiga (sama sisi, sama kaki dan sebarang) dengan besar ketiga sudutnya

Guru memberikan pertanyaan mengenai hubungan antara jenis suatu segitiga (sama sisi, sama kaki dan sebarang) dengan besar ketiga sudutnya;

Minta siswa untuk melakukan pengamatan gambar untuk menjawab pertanyaan tersebut;

Minta siswa untuk menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut;

Berikan penjelasan tambahan mengenai besar sudut pada masing-masing segitiga (sama sisi, sama kaki, dan sebarang);

Kompetensi Inti

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya

Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:
  • mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisinya;
  • menentukan jenis-jenis segitiga berdasarkan sifat sisinya (segitiga sama sisi, sama kaki, dan sebarang).

  • Lembar Kerja Guru

  • Papan tulis

  • Buku catatan dan buku latihan peserta didik

  • Penggaris/Busur Derajat

Asesmen yang dapat dilakukan 

"Apakah siswa dapat menyebutkan jenis sisi dalam suatu segitiga?"

"Apakah siswa dapat mengelompokkan berbagai macam segitiga dengan memperhatikan sisi-sisinya?" 

"Apakah siswa dapat mengenali jenis suatu segitiga?"

Pertanyaan untuk Siswa untuk Kegiatan 1

Diketahui suatu segitiga memiliki dua buah sudut yang sama besar. Menurut kalian, segitiga tersebut termasuk ke dalam jenis segitiga apa? Coba jelaskan alasan kalian.”

[“Ada tiga kemungkinan jenis segitiga, jika diketahui dua sudutnya sama besar, yaitu: 1. Segitiga lancip, yang kedua sudutnya sama besar atau ketiga sudutnya sama besar, 2. Segitiga siku-siku, yang kedua sudutnya sama besar yaitu 450, dan 3. Segitiga tumpul, yang kedua sudut lancipnya sama besar. ”]

Pertanyaan untuk Siswa untuk Kegiatan 2

Bagaimanakah panjang sisi dari masing-masing segitiga tersebut?

Apakah ketiga sisi segitiga sama panjang atau tidak?

[Panjang sisi dari masing-masing segitiga ada yang sama dan ada yang tidak sama.]

Dari hasil identifikasi tersebut, ada berapa pengelompokkan yang kalian temukan? Coba jelaskan.

[Terdapat 3 pengelompokkan segitiga berdasarkan panjang sisinya.] 

“Menurut kalian, nama apa yang cocok untuk kita berikan pada segitiga kelompok pertama? Mengapa?”

Pertanyaan untuk Siswa pada Kegiatan 3 

Bagaimanakah hubungan antara segitiga sama sisi dengan besar ketiga sudutnya? 

 

Refleksi untuk Guru

Siapa saja siswa yang dapat menangkap/memahami pelajaran yang disampaikan? Kegiatan tambahan apa yang kira-kira cocok untuk mereka?

Siapa saja siswa yang belum dapat memahami pelajaran ini? Komponen pengalaman apa saja yang cocok untuk mereka? 

Ketika siswa bekerja berpasangan, apakah setiap siswa memiliki kontribusi yang sama?

Adakah adaptasi yang perlu dilakukan untuk siswa yang berkebutuhan khusus (sangat kurang pemahamannya)? Di bagian mana hal ini tepat dilakukan?